Usaha-usaha Mengenai Dampak Buruk Narkoba (Bagian 1)

Tindakan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan Narkoba dan Penularan Virus HIV-AIDS perlu dilakukan secara berkelanjutan, saatnya berkata: Jangan Berhenti Peduli (Don’t Stop Care), Saatnya Raih Prestasi Gemilang Demi Masa Depan Ceria!

Penggunaan Narkoba adalah fenomena yang amat rumit, dan kita harus pragmatis dalam menentukan pilihan strategis yang akan dipakai. Strategi tersebut meliputi pendidikan terhadap generasi muda dan kelompok masyarakat lain mengenai bahaya penggunaan narkoba, serta penyediaan alternatif kegiatan lain untuk mencegah generasi muda mulai memakai narkoba.

Pencegahan dan terapi terhadap penyalahgunaan adalah tujuan yang layak diperjuangkan, dan strategi menyeluruh untuk keduanya adalah bagian penting dalam program untuk mencegah penyebaran HIV di kalangan IDU (Injecting Drug User). Tetapi jika sendiri, kedua-duanya tidak mencukupi.

Berikut ini adalah usaha-usaha mengenai dampak buruk narkoba:

1. Pendidikan Mengenai Narkoba

Program pendidikan mengenai penggunaan narkoba dan dampak buruknya biasanya ditujukan pada tiga tingkat: masyarakat umum, generasi muda (mulai program dalam sekolah), dan penggunaan narkoba sendiri

Program pendidikan massa bisa menjadi alat efektif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat umum mengenai narkoba dan dampaknya, mengenai ancaman epidemi HIV, serta mengenai perlunya diterapkan pendekatan pengurangan dampak buruk narkoba.

Meskipun demikian, pengalaman menunjukkan bahwa program seperti diatas hanya memiliki dampak sedikit dalam mengurangi penggunaan narkoba. Jika program tersebut hanya berisi pesan yang bertujuan membuat pengguna narkoba tampak sebagai musuh masyarakat, maka hasil bersihnya paling-paling adalah memaksa para pengguna narkoba bergerak ke “bawah tanah”. Ini membuat kegiatannya menjadi lebih tersembunyi dan tidak terlihat, tetapi tidak sedikitpun mengurangi jumlah orang yang mulai atau terus memakai narkoba

2. Pengembangan Masyarakat

Banyak penyebab utama penggunaan narkoba terletak pada lingkungan sosial tempat hidup dan pergaulan anak-anak muda. Pelindung terkuat dalam menghadapi penggunaan narkoba adalah dengan menjadi bagian dari sebuah struktur sosial yang bermakna dan kuat. Termasuk didalamnya adalah keluarga, sistem pendidikan, masyarakat, dan tempat kerja.

Jika penyebab awal penggunaan narkoba di suatu masyarakat diselidiki secara cermat, pastikan akan ditemukan bahwa penyebab tersebut amat umum dikalangan mereka terasing dari masyarakat, merasa tidak berdaya, ataupun mereka yang memiliki lebih sedikit kesempatan ekonomi dalam hidupnya.

Keadaan tersebut tidak bisa diselesaikan dalam waktu cepat, dan harus diakui bahwa strategi untuk memperbaiki keadaan tersebut dalam jangka pendek mungkin malah membuat keadaan makin memburuk. Contohnya: dalam sebuah komunitas yang terbelakang secara ekonomi dan kemiskinan meruyak, kemiskinan tersebut mungkin terkait  dengan penggunaan narkoba.

Dampak pertama dari strategi pembangunan untuk meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat tersebut kemungkinan besar adalah lebih banyak uang yang tersedia bagi masyarakat tersebut. Pada saat itu, sebagian dari peningkatan pendapatan tersebut mungkin akan dihabiskan untuk membeli narkoba, dan konsumsi narkoba kemungkinan akan meningkat akibat pembangunan ekonomi tadi.

Pembangunan ekonomi menciptakan tekanan-tekanan sosial yang harus dapat dipertanggungjawabkan – pembangunan ekonomi tanpa pembangunan sosial dapat menghasilkan berbagai dampak buruk narkoba yang tidak diinginkan.

3. Pendidikan Mengenai Cara Menyuntik yang Aman

Pendidikan mengenai cara menyuntik yang aman bagi kalangan pengguna narkoba merupakan faktor penting dalam program pengurangan dampak buruk narkoba. Penyebaran epidemi, yang berlangsung dengan kecepatan tinggi, telah terbukti menimbulkan dampak yang menghancurkan pada kelompok IDU (Injecting Drug User), yang pada saat mulai tertular HIV ternyata belum pernah sedikitpun memperoleh pendidikan penyadaran mengenai HIV/AIDS.

Kekuatan dan dampak dari prakarsa pendidikan narkoba meliputi gambaran jelas mengenai pesan-pesan pengurangan dampak buruk narkoba yang tertuju pada pengguna narkoba.

Sebagian besar bahan pendidikan ini diberikan dalam gaya dan bahasa yang gampang dimengerti oleh pengguna narkoba. Sedangkan isinya haruslah lengkap dan dapat dipercaya, serta informasinya dirancang agar cocok, baik untuk pengguna baru maupun mereka yang telah sejak lama menyuntikkan narkoba.

Telah terbukti bahwa pendidikan, biarpun sedikit dan kecil, dapat berpengaruh besar dalam mengurangi dampak buruk narkoba yang terkait dalam penyuntikan termasuk bahaya infeksi HIV

4. Program Pertukaran Jarum Suntik

Ketersediaan peralatan suntik yang suci hama serta dorongan kepada pengguna narkoba untuk memakainya, adalah faktor penting kedua dalam program pengurangan dampak buruk narkoba.

Berbagai penelitian lain di seluruh dunia telah juga menegaskan bahwa kota-kota yang menjalankan program pertukaran jarum suntik (perjasun) mengalami penurunan angka prevalensi HIV di kalangan IDU. Keampuhan program ini, yang meliputi penyebaran informasi mengenai resiko HIV/AIDS, penyediaan jarum suntik suci hama guna mengurangi resiko akibat berbagi alat suntik, serta memberikan bantuan dalam pembuangan peralatan suntik bekas, telah mengurangi penularan HIV dan berbagai penyakit infeksi lainnya, oleh dan di kalangan penyuntik narkoba.

 

Referensi:

  • Gerakan Pencegahan Narkoba dan Penularan HIV/AIDS tingkat Pelajar Se Sulawesi Selatan. Disusun oleh: Biro Bina NAPZA dan HIV/AIDS dan Sekretariat Provinsi Sulawesi Selatan, bekerjasama dengan Yayasan Kelompok Relawan Antisipasi AIDS (KRA-AIDS) Indonesia. 2012
Scroll to Top