Dampak Sosial Penyalahgunaan Narkoba

Dampak Sosial Penyalahgunaan Narkoba

Dampak sosial penyalahgunaan narkoba terjadi akibat ketagihan dan ketergantungan terhadap zat tersebut dan akibat dari pengedar atau bandar yang mencari keuntungan dengan mengorbankan masyarakat luas, serta adanya pengaruh ‘gang-gang’ (mafia)

Generasi muda adalah sasaran strategis perdagangan gelap narkoba. Oleh karena itu, para orang tua, guru dan tokoh masyarakat perlu mewaspadai pengaruhnya terhadap ancaman kelangsungan pembinaan generasi muda dan kaderisasi bangsa. Dampak sosial penyalahgunaan narkoba dapat terjadi di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.

Dampak Sosial Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Keluarga

Suasana nyaman dan tentram dalam kehidupan keluarga menjadi terganggu, karena sering terjadi pertengkaran, kemarahan, dan tak terkendali, pemberontakan, sikap acuh dan tak acuh, mudah tersinggung, dan sebagainya.

  • Orang tua menjadi resah karena barang-barang berharga di dalam rumah menjadi hilang maupun harta milik keluarga lainnya hilang, serta karir (pekerjaan) anaknya tidak jelas.
  • Perilaku yang menyimpang dari anak (berbohong, mencuri, menipu, tak bertanggung jawab, tidak disiplin, tidak tertib, acuh tak acuh, hidup bebas, a-sosial, dan sebagainya), sangat menyakitkan hati orang tua dan anggota keluarga lainnya, dan menjadi aib bagi keluarga
  • Putus sekolah atau menganggur, karena dikeluarkan dari sekolah atau pekerjaan, sehingga merusak kehidupan tertib dan teratur dalam keluarga, serta akibat lainnya (stres, kesulitan keuangan, dsb)
  • Orang tua menjadi putus asa karena pengeluaran keuangan meningkat, sedangkan anak tidak menjadi sadar atau menjadi kambuh lagi setelah berulang kali berobat dan dirawat.

Dampak Sosial Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Sekolah

NARKOBA merusak disiplin – motivasi yang sangat penting untuk belajar. Siswa penyalahguna, menciptakan suasana yang mengganggu proses belajar sehingga menurunkan prestasi belajar siswa. Hal ini berlaku tidak saja pada siswa yang telah berprestasi, akan tetapi juga mereka yang memang kurang berprestasi atau ada gangguan perilaku lainnya.

  • Penyalahgunaan narkoba berkaitan dengan tindak kenakalan dan putus sekolah: kemungkinan siswa penyalahguna narkoba membolos ltiga kali ebih besar dari siswa lain. Demikian juga kenakalan.
  • Di lingkungan sekolah, penyalahgunaan narkoba berhubungan dengan tindak kejahatan dan perilaku a-sosial lain yang mengganggu suasana tertib dan aman yang diperlukan dalam mendukung proses belajar.
  • Penyalahgunaan narkoba mengganggu suasana belajar di sekolah. Mereka dapat merusak barang-barang milik sekolah, mengganggu suasana kelas dan meningkatkan terjadinya perkelahian di sekolah atau tempat lainnya. Mereka juga menciptakan iklim acuh tak acuh, mengganggu dan tidak menghormati pihak lain di sekolah.
  • Banyak diantara pemakai menjadi pengedar atau mencuri barang berharga milik keluarga, teman, karyawan sekolah, hanya untuk membeli narkoba. Gangguan terhadap suasana belajar terjadi bukan saja pada siswa pemakai, akan tetapi juga berpengaruh pada siswa lain.

Dampak Sosial Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Masyarakat

Mafia perdagangan gelap selalu berusaha memasok narkoba, agar orang menjadi ketergantungan, sehingga terjalin hubungan antara pengedar atau bandar dengan korban, dan terciptalah pasar gelap. Pengedar atau bandar narkoba selalu mengincar mangsanya, sehingga korban sulit melepaskan diri pada incaran mereka.

Oleh karena itu sekali pasar itu terbentuk, sulit memutuskan mata rantai peredarannya, kecuali jika diberantas sampai ke akar-akarnya dengan penegakan hukum yang tangguh, konsisten dan konsekuen.

Di lingkungan masyarakat, pengedar atau bandar sering menggunakan perantara, seperti remaja/siswa yang telah menjadi ketergantungan, anak atau orang dewasa yang membutuhkan uang atau yang ingin menjadi lekas kaya sehingga muncul premanisme. Itulah sebabnya penyalahgunaan narkoba telah merebak hingga ke masyarakat miskin dan anak usia SD.

Meningkatnya kejahatan, perampokan dan pencurian di masyarakat yang sering berkaitan dengan kejahatan narkoba, sehingga meresahkan masyarakat. Meningkatnya kecelakaan lalu lintas karena penyalahgunaan narkoba.

Disadari bahwa penyembuhan sangat sulit, sehingga dikhawatirkan akan terjadi suatu lapisan (segmen) masyarakat yang hidupnya a-sosial dan ketergantungan terhadap narkoba, sebagai kelompok besar preman, hal ini membahayakan keamanan dan ketertiban masyarakat umum. Masyarakat yang rawan narkoba jelas tidak memiliki daya tahan yang tangguh, sehingga kesinambungan pembangunan bangsa menjadi terancam.

Mengenal Gejala Penyalahgunaan Narkoba

Perubahan Fisik:

  • Pada saat menggunakan narkoba: jalan sempoyongan, bicara pelo/tidak koheren, tampak terkantuk-kantuk/acuh tak acuh
  • Bila kelebihan dosis: nafas, detak jantung dan nadi lambat atau cepat, kulit teraba dingin
  • Bila sedang ketagihan: mata dan hidung berair, menguap terus-menerus, mual sampai muntah, sakit perut, diare, rasa sakit di seluruh tubuh, takut air sehingga tak mau mandi, kejang, kesadaran turun
  • Pengaruh jangka panjang: penampilan tidak sehat, acuh tak acuh terhadap kesehatan dan kebersihan diri, terdapat deretan bekas suntikan pada lengan atau bagian tubuh lain.

Ditemukannya narkoba atau peralatan penyalahgunaan:

  • Narkoba (pil, serbuk, lintingan rokok) dikantong kemeja/celana, lipatan baju, didalam kaset, tape recorder, di tengah buku, dan lain-lain
  • Alat-alat yang berhubungan dengan penggunaan narkoba: botol aqua yang berlubang di dindingnya, sedotan minuman, gulungan uang kertas 100 atau 500 rupiah, kertas timah bekas bungkus rokok/permen karet, kartu telepon, botol-botol mini sebesar jempol, dan sebagainya.

Perubahan Perilaku:

  • Prestasi sekolah menurun drastis, sering tidak mengerjakan tugas, sering membolos
  • Ketidakjujuran (bohong, menipu), mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau anggota keluarga lain, terlibat dalam tindak kekerasan/berurusan dengan polisi
  • Menjadi lebih mudah tersinggung/marah/kasar, membenci/bermusuhan, bersikap tertutup/penuh rahasia
  • Pola tidur yang berubah (bangun siang, malam begadang)

 

Referensi:

  • Gerakan Pencegahan Narkoba dan Penularan HIV/AIDS tingkat Pelajar Se Sulawesi Selatan. Disusun oleh: Biro Bina NAPZA dan HIV/AIDS dan Sekretariat Provinsi Sulawesi Selatan, bekerjasama dengan Yayasan Kelompok Relawan Antisipasi AIDS (KRA-AIDS) Indonesia. 2012
Scroll to Top