Stres dan Adaptasi

Stres merupakan bagian dari kehidupan yang mempunyai efek positif dan negatif yang disebabkan karena perubahan lingkungan. Secara sederhana stres adalah kondisi di mana adanya respons tubuh terhadap perubahan untuk mencapai normal. Sedangkan stresor adalah sesuatu yang dapat menyebabkan seseorang mengalami stres. Stresor dapat berasal dari internal misalnya, perubahan hormon, sakit maupun eksternal misalnya, temperatur dan pencemaran.

Seseorang mengalami situasi bahaya, maka respons akan muncul. Respons yang tidak disadari pada saat tertentu disebut respons koping. Perubahan dari suatu keadaan dari respons akibat stresor disebut adaptasi. Adaptasi sesungguhnya terjadi apabila adanya keseimbangan antara lingkungan internal dan eksternal. Contoh adaptasi misalnya: optimalnya semua fungsi tubuh, pertumbuhan normal, normalnya reaksi antara fisik dan emosi, kemampuan menolerir perubahan situasi.

a. Fisiologi Stres dan Adaptasi

Tubuh selalu berinteraksi dan mengalami sentuhan langsung dengan lingkungan, baik lingkungan internal seperti pengaturan peredaran darah, pernapasan. Maupun lingkungan eksternal seperti cuaca dan suhu yang kemudian menimbulkan respons normal atau tidak normal.

Keadaan di mana terjadi mekanisme relatif untuk mempertahankan fungsi normal disebut homeostatis. Homeostatis dibagi menjadi dua yaitu homeostatis fisiologis misalnya, respons adanya peningkatan pernapasan saat berolahraga dan homeostatis psikologis misalnya, perasaan mencintai dan dicintai, perasaan aman dan nyaman.

b. Respons fisiologi terhadap stres

Respons fisiologi terhadap stres dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu lokal adaptation syndrome (LAS) yaitu respons lokal tubuh terhadap stresor misalnya kalau kita menginjak paku maka secara refleks kaki akan diangkat atau misalnya ada proses peradangan maka reaksi lokalnya dengan menambahkan sel darah putih pada lokasi peradangan dan general adaptation syndrome (GAS) yaitu reaksi menyeluruh terhadap stresor yang ada.

Dalam proses GAS terdapat tiga fase:

1) pertama, reaksi peringatan ditandai oleh peningkatan aktivitas neuroendokrin yang berupa peningkatan pembuluh darah, nadi, pernapasan, metabolisme, glukosa dan dilatasi pupil.
2) kedua, fase resisten dimana fungsi kembali normal, adanya LAS, adanya koping dan mekanisme pertahanan
3) ketiga, fase kelelahan ditandai dengan adanya vasodilatasi, penurunan tekanan darah, panik, krisis.

c. Faktor – Faktor Yang Dapat Menimbulkan Stres

1) Lingkungan yang asing.
Lingkungan yang masih asing pada sebagian orang bisa menimbulkan karena merasa tidak nyaman dan sendirian di lingkungan tersebut. Terlebih pada anak kecil, lingkungan yang asing bisa menimbulkan stres yang berkepanjangan bila tidak segera dilakukan pengenalan lebih lanjut.

2) Kehilangan kemandirian sehingga mengalami ketergantungan dan memerlukan bantuan orang lain.
Mereka yang kehilangan kemandiriannya akan berpikir yang tidak baik terhadap diri maupun orang lain. Hal ini memicu terjadinya stres pada orang yang bersangkutan.

3) Berpisah dengan pasangan dan keluarga