Medical Ebook

Informasi Kesehatan untuk Tenaga Medis

Alat Gelas Laboratorium (Bagian 2)

Labu Alas Bulat (Round Bottom Flasks)

Labu alas bulat terbuat dari gelas borosilikat. Mempunyai kapasitas 10 ml hingga 20.000 ml. Labu alas bulat mempunyai berbagai variasi sesuai dengan kegunaannya, yaitu: variasi leher labu ada yang berleher panjang, sedang, dan pendek, jumlah leher 1 hingga 4, leher ada yang bercabang, dan sebagainya.

Labu alas bulat boleh dipanaskan, umumnya leher labu mempunyai lubang dengan diameter standar dari gelas asah. Sehingga memungkinkan untuk dihubungkan/dirangkai dengan alat yang mempunyai hubungan yang sesuai atau dapat ditutup dengan tutup gelas asah yang cocok.

Labu alas bulat mempunyai kegunaan yang bermacam-macam tergantung dari bentuk atau tipe leher labunya. Misalnya, digunakan untuk mendidihkan suatu cairan atau dihubungkan dengan alat lain, misal: alat penetapan kadar air, alat ekstraksi, alat destilasi (penyulingan), alat refluks, alat penguap berputar atau alat sintesa, dan sebagainya. Labu alas ada yang berbentuk bulat, ada yang berbentuk buah pir.

Piknometer

Piknometer (picnometer) adalah alat untuk penetapan bobot jenis larutan atau cairan (specific gravity bottles). Terbuat dari gelas borosilikat. Piknometer terdiri atas dua jenis yaitu:

  • Yang dilengkapi dengan tutup terbuat dari termometer yang pada bagian mulut labu berupa gelas asah dan digunakan untuk menetapkan bobot jenis yang sangat dipengaruhi oleh suhu atau memerlukan ketelitian
  • Piknometer tanpa dilengkapi tutup termometer tetapi dengan tutup asah yang memiliki lubang kapiler.

Bobot jenis suatu cairan adalah khas jika dalam keadaan murni, sehingga bobot jenis dapat digunakan sebagai syarat kemurniaan dari suatu cairan zat.

Kondensor (Condensor)

Kondensor atau pendingin, mempunyai bentuk dan panjang yang berbeda-beda sesuai dengan kegunaan masing-masing. Terbuat dari gelas borosilikat, umumnya dapat dirangkai dengan alat gelas laboratorium lain untuk berbagai keperluan.

Rangkaian kondensor dengan alat lain dimungkinkan karena kedua ujung kondensor dilengkapi penghubung standar terbuat dari gelas asah yang digunakan untuk disambung dengan alat gelas lain yang mempunyai penghubung gelas asah yang cocok. Jarak kondensor atau pendingin efektif adalah jarak atau panjang dari tempat aliran air masuk ke dalam kondensor,  efektif dari alat kondensor tersebut, bermacam-macam dari 200 mm hingga 750 mm.

Kondensor atau pendingin ini digunakan untuk mengembunkan atau mendinginkan uap yang terjadi pada proses reaksi, sintesa, atau pada sistem destilasi, ekstraksi, saponifikasi, esterifikasi, metilasi, dan sebagainya.

Jenis-jenis Kondensor:

  • Air Condensor (pendingin udara)
  • Liebig Condensor
  • Allihn Condensor (pendingin bola)
  • Graham Condensor (pendingin spiral)
  • Cold Finger Condensor
  • Hopkins Condensor
  • Friedrichs Condensor

Umumnya kedua ujung dari kondensor atau alat pendingin terbuat dari gelas asah dengan diameter standar. Sehingga dapat dihubungkan dengan alat gelas lain yang memiliki lubang/mulut labu yang cocok dengan ujung kondensor atau pendingin. Misal: labu alas bulat, labu Erlenmeyer, alat penetapan kadar air, alat ekstraksi, dan sebagainya. Tetapi, masih ada pula kondensor atau alat pendingin yang tidak mempunyai ujung dengan gelas asah standar, untuk menyambung atau dihubungkan dengan alat gelas laboratorium lain harus digunakan penutup gabus atau karet. Penutup gabus atau karet yang dibuat sedemikian rupa agar dapat cocok sebagai alat penyambung.

Pipet Tetes (Dropping Pipettes)

Pipet tetes atau pipet penetes ialah salah satu alat gelas laboratorium yang sering digunakan di laboratorium. Tanpa skala, mempunyai bentuk pendek atau panjang dan dilengkapi dengan karet penghisap. Pipet tetes digunakan untuk berbagai keperluan laboratorium atau lainnya. Misal: untuk meneteskan obat, keperluan meneteskan cairan/larutan, menambahkan cairan tetes demi tetes hingga volume tepat, dan sebagainya.

Botol Reagen

Botol pereaksi atau botol reagen ialah botol khusus yang digunakan untuk menyimpan berbagai larutan tertentu. Terbuat dari gelas borosilikat atau gelas soda. Botol reagen ada yang jernih-transparan dan amber. Mempunyai mulut atau leher lebar dan normal, dengan kapasitas 50 ml hingga 10.000 ml dilengkapi dengan tutup terbuat dari kaca asah. Khusus untuk penyimpanan asam yang berasap, botol reagen dilengkapi dengan penutup bahan atau kap khusus.

Botol Penetes (Dropping Bottles)

Botol penetes terbuat dari gelas borosilikat. Jernih-transparan dan amber, dengan kapasitas volume 30 ml hingga 250 ml. Botol penetes dilengkapi dengan tutup yang mempunyai tempat mengalirkan cairan/meneteskan cairan, atau dilengkapi dengan pipet. Digunakan untuk menyimpan larutan yang membutuhkan penetesan.

M Rusdi

Terima kasih telah berkunjung ke website Medical Ebook. Semoga Anda mendapatkan informasi yang Anda cari.

Kembali ke atas